KH Ahmad Sobri: TNI/Polri, Masyarakat Bersatu Jaga Situasi Kondusif Pilpres 2019

Politik125 Views

Banyumas – Ketua Pondok Pesantren Al Falah Jatilawang Banyumas KH Ahmad Sobri mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan taat kepada ajarannya. Sebab, bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman di dalamnya. Terdiri dari ratusan suku bangsa, puluhan bahasa dan ada beberapa agama yang dianut oleh pemeluknya.

“Hal tersebut membuat bangsa bangsa sangat dihargai oleh negara lain. Termasuk dari negara negara Timur Tengah. Kita ini bangsa yang besar, Alhamdulillah itu adalah anugerah dari Allah SWT. Banyak negara di Timur Tengah terjadi konflik gara gara perbedaan agama, perbedaan suku, dan konflik tersebut berubah menjadi ajang pertemupuran yang banyak memakan jorban jiwa dari rakyat yang tidak bersalah,” kata Kyai Ahmad Sobri, 11 Desember 2018.

Lebih lanjut, Kyai Ahmad Sobri mengingatkan agar sesama anak bangsa harus mengakui bahwa perbedaan adalah anugerah dari Allah SWT yang memang harus tetap ada. Di dunia ini tidak ada manusia kalau tidak ada perbedaan. Harus ada laki laki dan perempuan.

“Kita membangun sebuah bangunan pun harus ada perbedaan, tidak mungkin membangun hanya ada 1 material saja, kita perlu semen, kita perlu, besi, kita perlu kayu, dan kita juga perlu air. Apalagi kita membangun bangsa Indonesia agar semakin maju pun harus ada perbedaan. Hal tersebut lah yang akan membuat bangsa Indonesia bertambah kuat,” terangnya.

Dikatakan Ulama Kharismatik Banyumas ini, perbedaan dalam kehidupan politik juga begitu, akan semakin membuat bangsa Indonesia semakin dewasa. Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 sudah semakin dekat, mari bersama-sama merayakan dengan suka cita tanpa harus menghujat yang berbeda pandangan.

“Kita harus bersama – sama dengan TNI, Polri, masyarakat, dan kelompok lainnya bersatu padu menjaga situasi yang kondusif agar Pilpres dan Pileg 2019 berjalan dengan damai. Umat Islam sangat mencintai perdamaian,” kata dia lagi.

Tak lupa pula KH Ahmad Sobri berpesan agar tetap menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. “Percuma kita berprestasi atau mempunyai kedudukan dan jabatan tetapi di keluarga kita berantakan,” pungkasnya.