Santri Diminta Dukung Putra Mbah Mun, Gus Yasin di Pilkada Jateng

Politik129 Views

Jateng – Ulama Pemalang KH Nur Fuad mengatakan sudah saatnya santri mendukung dan mensupport para santri yang saat ini sedang dalam perjuangan maupun menjabat sebagai figur publik atau pembuat kebijakan.

“Santri saat ini juga harus bisa melek politik. Sebab perpolitikan Bangsa ini juga tidak lepas dari sisi kehidupan keagamaan yang menjadi sumber penghayatan para santri,” ungkap Kyai Nur Fuad.

Hal itu mengemuka dalam halaqoh bertema “Peran dan Kiprah Santri Dalam Politik Kebangsaan untuk Keutuhan NKRI” di Majelis Taklim Wal Hikam Kayumalang, Pemalang, Jateng, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Pengasuh PP Al Fuadiyah Bantar Bolang Pemalang, kader santri yang perlu didukung di momentum politik di Jateng ini, salah satu paslonnya adalah putra tokoh kharismatik NU KH. Maemun Zubair asal Rembang, H. Taj Yasin. Yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo. Kata dia, Gus Yasin bisa dikatakan sebagai sosok atau perwujudan bagi santri di Jawa Tengah yang memiliki pengalaman dalam kepemimpinan baik sebagai figur kyai maupun pemimpin.

“Sebab beliau saat ini juga menjabat sebagai salah satu wakil rakyat di Jawa Tengah,” ujarnya.

Maka itu, tambah Ketua Alumni Lirboyo Kab. Pemalang, tidak ada alasan sebetulnya bagi santri untuk tidak mensuport atau mendukung figur Gus Yasin agar mampu mengemban amanat sebagai pemimpin bagi jawa tengah.

“Jika santri mampu menempati posisi-posisi penting di pemerintahan maka diharapkan akan ada perhatian dan kontribusi nyata bagi keberlangsungan pesantren dan masyarakat santri,” pungkas Wakil Syuriah PCNU Pemalang.

Ditempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Mulyoharjo Pemalang Jateng KH. Dedi Himawan mengingatkan agar santri mampu menjawab dan menangkal segala upaya kelompok yang ingin memecah belah kerukunan, persatuan, maupun kesatuan Bangsa ini.

“Santri harus mampu tampil dan unjuk diri menjadi figur yang mampu memberikan solusi bagi problematika kehudupan berbangsa maupun bernegara,” kata Kyai Dedi Himawan.

Dikatakan Kyai Dedi Himawan, umat Islam saat ini sedang dihadapkan pada kondisi dimana Islam dijadikan oleh sebagian kelompok kecil umat Islam sebagai potret agama yang kaku, keras, dan intoleran. Banyak kasus-kasus kekerasan atas nama agama terjadi disebabkan oleh mereka yang memahami sempit cara ber Islam.

“Fakta ini sebetulnya terjadi sudah sekian ratus tahun dengan munculnya sekte khawatir yang mengedepankan kekerasan atas nama agama. Cara berfikir seperti ini yang kemudian terwariskan turun temurun ke sebagian kelompok umat Islam. Khususnya mereka yang memiliki tujuan atau misi mendirikan Khilafah di bumi pertiwinya. Tidak luput pula Bangsa Indonesia ini,” paparnya.

Menurut Pengurus PCNU Pemalang ini, beberapa kali upaya dan gerakan dalam rangka memaksa dan menjadikan NKRI sebagai Negara Islam atau minimal membentuk Indonesia bersyariah seperti yang digaungkan oleh HTI, FPI dan yang sejalan dengan mereka. Mereka yang memiliki tujuan seperti itu sejatinya tidak bisa memahami esensi Hubungan Islam dan NKRI.

“NKRI ini terwujud tidak hanya terlahir dari dan oleh perjuangan para muslim. Namun kemerdekaan bangsa ini didapat oleh sebab perjuangan lintas agama. Sebagai santri harus tahu dan memahami fakta sejarah ini sehingga akan memperkuat jiwa nasionalisme yang bersumber dari keyakinan keagamaan,” pungkasnya.