Tri Mumpuni: EBT Harus Hadirkan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Nasional899 Views

Karena itu, anggota Dewan Pengarah BRIN ( Badan Riset dan Inovasi Nasional ) ini pun menyambut positif keberadaan Program Patriot Energi yang mendorong kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat di daerah 3T.

“Itu program Patriot Energi itu program bagus agar anak-anak muda itu bersama masyarakat di daerah 3T bersama-sama mencari dan mengembangkan potensi EBT yang ada di daerah tersebut, ini salah satu jalan untuk mengembangkan demokratisasi energi dan demokratisasi ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Tri Mumpuni menilai konsep demokratisasi energi perlu menjadi bagian penting dari kebijakan energi nasional. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan energi dari luar daerah, tetapi juga mampu membangun kemandirian energi berbasis potensi lokal.

Lebih lanjut, Tri Mumpuni mengingatkan bahwa target Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah membutuhkan langkah nyata melalui pengembangan seluruh sumber energi rendah karbon yang dimiliki Indonesia.

“Adanya komitmen NZE tahun 2060, Indonesia harus menyiapkan sumber-sumber energi baik juga lewat EBT, air, angin, panas bumi, tenaga surya maupun menghadirkan energi melalui Nuklir, ini semua harus dibarengi dengan komitmen melibatkan masyarakat, rakyat harus diberi tempat dalam pembahasan transisi energi ini,” tegasnya.

Selain energi terbarukan konvensional, ia juga menyoroti berbagai inovasi energi alternatif yang sedang dikembangkan BRIN, salah satunya Petasol, bahan bakar hasil pengolahan sampah plastik melalui teknologi pirolisis yang mulai dimanfaatkan oleh nelayan dan petani di sejumlah daerah.

“BRIN saat ini mengembangkan Petasol, bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah plastik yang diubah melalui teknologi pirolisis, saat ini banyak dipakai oleh nelayan-nelayan. Jadi nelayan itu datang ke bank sampah, mereka beli bahan bakar ini dari bank sampah, juga traktor-traktor petani memanfaatkan bahan bakar cair dari proses pirolisis plastik untuk membajak sawahnya,” jelasnya.

Pada akhirnya, Tri Mumpuni menegaskan bahwa energi merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, akses terhadap listrik dan energi harus dipastikan dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

“Rakyat harus diberikan kesempatan yang sama untuk mengakses energi, mengakses listrik, ketika rakyat mendapat itu, pastinya rakyat akan lebih semangat melakukan kegiatan ekonomi. Energi dan listrik itu tulang punggung pembangunan ekonomi, harus kita terapkan demokratisasi energi bagi masyarakat, sehingga rakyat mendapat ruang untuk memenuhi kebutuhan energi mereka secara mandiri dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang tersedia di tempat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *